Kesehatan Mahasiswa dan Kaitannya dengan Aktivitas dan Hasil Belajar Oleh : Dr. I Gusti Made Oka Suprapta

ERGONOMI

Kesehatan Mahasiswa dan Kaitannya dengan Aktivitas dan Hasil Belajar

Oleh:

Dr. I Gusti Made Oka Suprapta

 

Keluhan muskuloskeletal yang terjadi pada organ tertentu dapat ditelusuri dengan menggunakan Nordic Body Map yang pada dasarnya dibuat dengan ketentuan kelompok otot yang ada pada organ tersebut. Para ahli melaporkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan di tempat kerja yang tidak ergonomik dapat menimbulkan keluhan pada otot dan persendian. Dalam hal ini proses pembelajaran yang didominasi oleh aktivitas mental juga berpeluang memunculkan keluhan muskuloskeletal, konsekuensinya luaran proses belajar akan menurun (Sutajaya, 2006). Sistem muskuloskletal sering juga disebut sistem otot rangka atau otot yang melekat pada tulang yang terdiri dari otot-otot striata yang bersifat voluntir. Fungsi otot rangka adalah: (a) menyelenggarakan pergerakan yaitu menggerakkan bagian-bagian tubuh; (b) mempertahankan sikap tertentu, karena adanya kontraksi otot secara lokal yang memungkinkan kita mengambil sikap berdiri, duduk, jongkok, dan sikap-sikap lainnya; dan (c) menghasilkan panas karena adanya proses-proses kimia dalam otot yang dapat digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh. Sikap kerja yang tidak alamiah menimbulkan kerja otot statis pada sejumlah besar sistem otot tubuh manusia dan kerja otot statis merupakan kerja berat. Jika dibandingkan dengan kerja otot dinamis maka kerja otot statis dapat mengakibatkan: konsumsi energi lebih tinggi, denyut nadi meningkat, cepat merasa lelah, dan setelah bekerja, otot memerlukan waktu pemulihan lebih lama sehingga memerlukan waktu istirahat lebih lama (Kroemer dan Grandjean, 2000). Keluhan muskuloskletal terjadi pada sistem muskuloskeletal yang meliputi: (a) tulang-tulang yang merupakan struktur penyangga tulang; (b) jaringan otot yang berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan; (c) tendo yang merupakan jaringan penghubung otot dengan tulang; (d) ligamem yang merupakan jaringan penghubung tulang dengan tulang; (e) kartilago (tulang rawan) yang berfungsi sebagai bantalan sendi; dan (f) pembuluh darah yang berfungsi sebagai organ transportasi nutrisi ke seluruh jaringan tubuh melalui darah dan ke organ pembuangan (Susila, 2002).

Kelelahan sebagai parameter kualitas kesehatan secara umum merupakan suatu keadaan yang tercermin dari gejala perubahan psikologis berupa kelambanan aktivitas motoris dan respirasi, adanya perasaan sakit, berat pada bola mata, pelemahan motivasi, aktivitas dan fisik lainnya yang akan mempengaruhi aktivitas fisik maupun mental (Kroemer dan Grandjean, 2000). Kelelahan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kelelahan secara umum dan kelelahan otot. Kelelahan umum merupakan gejala-gejala terhadap adanya perubahan psikofisiologis berupa kelambanan aktivitas motoris, respirasi, perasaan sakit, berat pada bola mata sehingga mempengaruhi kerja fisik maupun intelektual. Sedangkan Kelelahan otot dirasakan karena kemampuan otot berkontraksi berkurang, ditandai dengan diperlukannya waktu tenggang yang cukup lama dan tenaga untuk menggerakkan otot berikutnya. Juga dirasakan sebagai fenomena rasa sakit oleh adanya tekanan pada otot, akan tetapi sifatnya lokal. Dari pandangan ini dapat diartikan bahwa faktor fisiologis dan psikologis merupakan satu kesatuan yang saling berpengaruh di dalam bekerja yang dapat menimbulkan suatu kelelahan. Proses pembelajaran tidak bisa terlepas dari beban belajar karena dalam proses pembelajaran diperlukan aktivitas fisik dan mental yang secara terpadu dapat diekspresikan melalui kelelahan yang ditandai dengan adanya perubahan frekuensi denyut nadi. Walaupun diprediksi bahwa perubahan frekuensi denyut nadi pada proses pembelajaran relatif kecil akan tetapi perlu dikaji keterkaitannya dengan kelelahan. Munculnya kelelahan dini sebagai ekspresi beban belajar menunjukkan bahwa proses pembelajaran memerlukan energi yang relatif banyak apalagi kalau disertai dengan kondisi lingkungan yang tidak memadai yang membuat energi terkuras untuk mengatasinya (Sutajaya, 2006). Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut atau dapat dikatakan sebagai alarm tubuh yang mengisyaratkan seseorang untuk segera beristirahat. Mekanisme kelelahan diatur oleh sistem saraf pusat yang dapat mempercepat impuls yang terjadi di sistem aktivasi oleh sistem saraf simpatis dan memperlambat impuls yang terjadi di sistem inhibisi oleh saraf parasimpatis. Menurunnya kemampuan dan ketahanan tubuh akan mengakibatkan menurunnya efisiensi dan kapasitas kerja. Kroemer dan Grandjean (2000) menyatakan bahwa kelelahan yang berlanjut dapat menyebabkan kelelahan kronis dengan gejala sebagai berikut. (a) terjadi penurunan kesetabilan fisik; (b) kebugaran berkurang; (c) gerakan lamban dan cenderung diam; (d) malas bekerja atau beraktivitas; (e) adanya rasa sakit yang semakin meningkat. Jika ini terjadi dalam proses pembelajaran tentu akan berdampak buruk terhadap luaran proses belajar. Dengan adanya istirahat aktif pada pembelajaran dengan pendekatan ergonomi maka kelelahan dapat diturunkan. Untuk mengatasi kelelahan otot pada proses pembelajaran, dapat dilakukan dengan jalan istirahat aktif. Hal ini akan dapat mengurangi timbunan asam laktat sehingga terjadi upaya pemulihan (recovery) otot skeletal. Nala (2002) menyatakan bahwa proses pemulihan berusaha untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan semula. Di sini diupayakan agar darah yang terkumpul di otot skeletal secepatnya bisa ditarik ke peredaran sentral. Selain itu berfungsi pula untuk membersihkan darah dari sisa hasil metabolisme berupa tumpukan asam laktat yang berada di dalam otot dan darah. Asam laktat ini yang merupakan limbah hasil metabolisme sel otot sebagian besar (65%) akan didaur ulang dengan cara oksidasi (sistem aerobik) menjadi karbondioksida dan air. Sisanya diubah menjadi glikogen hati dan darah (20%) serta protein (15%) yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menjadi energi. Itu bisa terjadi melalui proses pemulihan, yang salah satunya adalah dengan cara melakukan berbagai gerakan aktif yang ringan seperti misalnya mahasiswa berjalan menuju ke papan kerja. Tata ruang kelas yang kurang nyaman, pencahayaan kurang memadai, tinggi kursi tidak sesuai dengan antropometri, jarak papan dengan mahasiswa terlalu dekat/terlalu jauh, display yang tidak jelas, dan waktu belajar terlalu lama akan memperparah kelelahan tersebut. Kelelahan yang dialami oleh mahasiswa adalah kelelahan fisik dan kelelahan mental. Kelelahan fisik dapat di tes dengan menggunakan kuesioner kelelahan secara umum dengan skala likert. Kuesioner skala likert mempunyai tingkat jawaban dari sangat positif sampai negatif.

Kebosanan (boredom) disebut sebagai kelelahan mental karena merupakan ungkapan perasaan yang tidak enak secara umum, seperti kurang menyenangkan, perasaan resah dan lelah yang menguras seluruh minat dan tenaga (Anoraga, 2006). Kebosanan umumnya menyertai mahasiswa yang memiliki motivasi kurang dalam proses pembelajaran. Di sisi lain pengajar yang kurang mampu mengelola kelas secara efektif dan efisien juga dapat bertindak sebagai pemicu munculnya kebosanan (Marjohan, 2010). Jika suatu aktivitas yang dilakukan dalam suasana membosankan akan mengakibatkan: (a) munculnya kelelahan lebih dini; (b) munculnya keinginan untuk menunda atau menghindari pekerjaan tersebut; (c) muncul perasaan gelisah, bingung, cemas, tertekan, dan kehilangan semangat; (d) kinerja menurun, kepuasan kerja rendah; (e) kehilangan spontanitas dan kreatifitas; dan (f) berkurangnya konsentrasi, tidak bisa berfikir jernih, dan sulit membuat keputusan (Azzaniar, 2010).

Menyimak pendapat tersebut berarti pada proses pembelajaran yang melibatkan mental dan fisik mahasiswa tentunya harus diupayakan agar tidak berada dalam suasana yang membosankan.

 


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: