Kaidah ergonomi dalam penempatan papan tulis,layar LCD dan papan kerja oleh Dr. I Gusti Made Oka Suprapta

ERGONOMI:

Kaidah ergonomi dalam penempatan papan tulis,

layar LCD dan papan kerja

oleh

Dr. I Gusti Made Oka Suprapta

 

Penempatan papan tulis dan layar LCD yang digunakan sebagai sarana pembelajaran, tidak mengacu kepada kaidah-kaidah ergonomi, karena tinggi tepi atas papan tulis 195 cm dan tinggi tepi atas layar LCD 210 cm. Seharusnya tinggi tepi atas papan tulis dan layar LCD adalah (tg 50 x 6,65) + tinggi mata posisi duduk persentil 5 (sebesar 111 cm) atau 58 + 111 cm = 169 cm. Bila hal ini dibiarkan maka dapat memunculkan gangguan fisiologis berupa rasa sakit atau lelah pada otot-otot mata dan otot-otot leher mahasiswa saat membaca tulisan di papan tulis atau layar LCD. Kroemer dan Grandjean (2000) menganjurkan agar rotasi mata saat melihat suatu objek, tidak lebih dari 5o di atas bidang horizontal
dan 30o di bawah bidang horizontal. Itu berarti penempatan papan tulis hendaknya memperhitungkan mahasiswa yang duduk paling depan dan paling belakang, sehingga rotasi mata mereka tetap berada pada rentangan tersebut di atas. Untuk itu tinggi papan tulis dan layar LCD harus mengacu kepada tinggi mata mahasiswa dalam posisi duduk yaitu (tg 50 x 6,65) + tinggi mata posisi duduk persentil 5. Persyaratan lainnya adalah: (a) bahannya tidak mengkilat; (b) warna terang; (c) lebarnya disesuaikan dengan orientasi maksimum mata pada sudut 5o di atas bidang horizontal dan 30o di bawah bidang horizontal (Kroemer dan Grandjean, 2000).

    Ketentuan yang harus diperhatikan dalam penempatan papan kerja adalah mengacu pada tinggi mata dalam posisi berdiri. Cara mengukurnya adalah diukur dari tempat pijakan sampai sudut bagian luar mata. Perlu dipertimbangkan penambahan tinggi sepatu yaitu untuk pria 2,5 cm dan untuk wanita 3,5 cm.

Jika tidak sesuai antara tinggi mata seseorang dalam posisi berdiri, dengan penempatan objek yang akan dilihat maka mata, kepala, leher dan pinggang akan berada dalam posisi sikap kerja yang tidak alamiah (Kroemer dan Grandjean, 2000).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: