MAGISTER ERGONOMI-FISIOLOGI KERJA UNUD MENJALIN KERJASAMA DENGAN FPMIPA IKIP SARASWATI TABANAN

MAGISTER ERGONOMI-FISIOLOGI KERJA UNUD

MENJALIN KERJASAMA DENGAN

FPMIPA IKIP SARASWATI

 

Tim dosen Program Studi Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja, Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar, yang dipimpin oleh ketua program studi yaitu Prof. dr. I Dewa Putu Sutjana, M.Erg., PFK sabtu, 21 April 2012 memberikan kuliah umum di jurusan Biologi dan Matematika FPMIPA IKIP Saraswati Tabanan. Hadir sebagai tim dosen yaitu Prof. dr. Ketut Tirtayasa,MS.,AIF; Prof. Dr. Drs. I Made Sutajaya, M.Kes; Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes; dan Dr. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. Ikut dalam rombongan yaitu mahasiswa S2 Ergonomi dan beberapa mahasiswa S3 Ilmu Kedokteran Program Pascasarjana UNUD Denpasar. Menurut ketua panitia Drs. I Gusti Made Oka Suprapta, M.Fis. kegiatan ini diikuti 240 orang mahasiswa dan dosen FPMIPA IKIP Saraswati Tabanan. Topik kegiatan ini adalah Ergonomi dalam Pembelajaran di Sekolah“. Kenapa memilih topik ini? lebih lanjut Suprapta mengatakan bahwa lembaga pendidikan kependidikan yaitu IKIP Saraswati Tabanan fungsinya mencetak calon guru. Pada saat proses pembelajaran di sekolah, pembelajar/ guru biasanya mengesampingkan faktor task,
organization
dan environment pada proses pembelajaran. Padahal ketiga faktor tersebut sangat menentukan pembelajaran yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Pembelajaran yang tidak ENASE berdampak negatif terhadap kondisi pebelajar/ siswa, seperti: timbul keluhan otot, cepat lelah, aktivitas menurun, motivasi menurun, cepat bosan, gelisah, bingung, cemas, konsentrasi belajar menurun. Semua faktor tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Untuk itu mahasiswa calon guru, guru dan dosen perlu dibekali aspek ergonomi dalam pembelajaran antara lain: (a) Penempatan papan tulis dan layar LCD yang terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan tinggi mata pebelajar yang duduk paling belakang mengakibatkan posisi kepala tengadah dalam jangka waktu relatif lama. Ukuran meja dan kursi belajar yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh pebelajar dapat mengakibatkan posisi duduk membungkuk, bagian bawah paha tertekan, daerah dibelakang lutut tertekan, pertengahan paha tertekan, dan posisi bahu terangkat saat beraktivitas di atas meja. Sikap kerja yang bertentangan dengan sikap alami tubuh, akan menimbulkan kelelahan dan keluhan otot. Dalam sikap yang tidak alamiah tersebut akan banyak terjadi kontraksi otot yang tidak fisiologis sehingga boros energi. Hal itu akan menimbulkan keluhan otot-otot skeletal. (b) Bila pada saat pembelajaran didominasi oleh kontraksi otot statis (isometrik) dalam waktu relatif lama (karena pembelajaran bersifat
teacher centered
) menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal, maka asupan oksigen dan zat makanan berkurang, hal ini mempercepat timbulnya kelelahan. (c) Aspek lingkungan di tempat belajar sangat menentukan prestasi belajar seseorang. Lingkungan yang tidak kondusif di tempat belajar, akan memberikan beban tambahan bagi tubuh, padahal tubuh sedang melaksanakan beban utama yaitu aktivitas yang sedang dilaksanakan pada saat pembelajaran. (d) Kondisi waktu perlu diperhatikan agar pada diri pebelajar tidak terjadi kelelahan yang berlebihan, dan perlu penyesuaian antara lama pembelajaran dengan waktu istirahat. Pembelajaran dengan pendekatan ergonomi menekankan agar kerja otot lebih dinamis dan lebih bervariasi sehingga pebelajar dapat melakukan istirahat aktif, karena istirahat aktif dapat mempercepat waktu pemulihan (e) kondisi informasi yaitu berupa tulisan/ huruf di layar LCD, huruf di media pembelajaran, huruf di papan tulis dan pembuatan slide power point apakah sudah memenuhi syarat ergonomis. Bila belum memenuhi syarat maka dapat mempercepat kelelahan mata. (f) Dalam rangka untuk membina dan meningkatkan motivasi belajar pebelajar dalam melaksanakan tugas-tugasnya, ternyata kondisi sosial seperti pemberian penghargaan bagi yang berhasil dan hukuman bagi yang salah belum banyak dilakukan oleh pembelajar, karena orientasinya hanya hasil pembelajaran. Kondisi sosial seharusnya banyak dimanfaatkan oleh pembelajar untuk membina dan membangkitkan motivasi belajar, seperti sistem penghargaan bagi yang berhasil dan hukuman bagi yang salah dan lalai.

    Setelah pemaparan aspek ergonomi dalam pembelajaran, dilanjutkan dengan penanda tanganan naskah kerja sama antara kedua belah pihak. Pihak Program Studi Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja ditandatangani oleh ketua program studi, Prof. dr. I Dewa Putu Sutjana, M.Erg., PFK dan pihak FPMIPA IKIP Saraswati Tabanan ditandatangani oleh Dekan, Drs. I Ketut Surata, M.For. Penanda tanganan naskah disaksikan oleh Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Penandatanganan naskah kerja sama

 

Sosialisasi hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan ergonomi dalam pembelajaran perlu diselenggarakan melalui kegiatan ilmiah, karena dari beberapa penelitian tentang penerapan konsep-konsep ergonomi dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan luaran proses dan hasil belajar pebelajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: