ERGONOMI

I GUSTI MADE OKA SUPRAPTA

Prosiding Seminar Nasional Ergonomi IX © TI-UNDIP 2009
Semarang, 17-18 November 2009 ISBN : 978-979-704-802-0
D25 – 1
Sikap Dan Beban Kerja Petani Padi di Tabanan – Bali
I Gusti Made Oka Suprapta
Kontak Person
I Gusti Made Oka Suprapta
Kampus IKIP Saraswati Tabanan
HP. 08563882666
Abstrak
Petani di Bali umumnya sebagai pekerja di sawah adalah laki-laki, tetapi di beberapa
tempat penanaman padi dilakukan oleh wanita, seperti contohnya di Kabupaten
Tabanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sikap kerja dan beban kerja
petani padi pada saat menanam padi di sawah.
Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 20 orang petani wanita yang
berlokasi di subak Subamia, Kabupaten Tabanan. Metode penelitian ini adalah pre-andpost
test design. Pada saat menanam padi dilihat mengenai posisi kerja petani dan
pergerakannya, sehingga beban kerjanya bisa ditentukan dari mengukur denyut nadi
kerja. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pagi, sebelum pekerjaan
dimulai dan siang hari setelah kerja. Data yang diperoleh dianalisis dengan t-paired.
Hasil dari penelitian ini bisa dilihat dari data sebelum dan sesudah bekerja yang
meliputi: rata-rata denyut nadi istirahat, rata-rata denyut nadi kerja. Posisi tubuh petani
wanita pada saat menanam padi adalah membungkuk, dan kakinya terendam sampai ke
betis. Dari hasil penghitungan denyut nadi didapatkan rerata denyut nadi kerja sebesar
101,45 denyut/menit. Menurut Grandjean beban kerja petani menanam padi termasuk
kategori sedang. Dibandingkan dengan rerata denyut nadi istirahat 70 denyut/menit
ternyata terdapat peningkatan denyut nadi sebesar 31,45 denyut/menit atau meningkat
sebesar 44,92%. Pada uji statistik dengan t-paired ternyata peningkatan tersebut
signifikan (P<0,05). Persentase beban kardiovaskular (% CVL) petani wanita pada waktu
menanam padi adalah 34,45%. Menurut Vanwonterghem dapat dikategorikan ke dalam
klasifikasi beban kerja sedang. Oleh karena beban kerjanya sedang, maka perlu ada
perbaikan.
Kata Kunci :Sikap dan Beban Kerja, Petani Padi.
Abstract
Farmers in Bali generally as a worker in the field are men, but in some places
rice cultivation by women, such as for example in Tabanan regency. The purpose of this
research is to determine job attitude and work load at the time of rice farmers to plant
rice.
Samples taken in this study of 20 women farmers who are located in subak Subamia,
Tabanan regency. This research method is the pre-and-post test design. At the time of
planting paddy views about the position of farmers and labor movements, so the workload
can be determined by measuring the pulse of work. The data is twice that morning, before
work begins and the day after work. The data obtained were analyzed by t-paired. The
results of this study can be seen from the data before and after work which include: the
average resting pulse rate, average work pulse. Body position of women farmers during
the rice planting is bent, and legs soaked up the calf. From the results obtained
calculating the average pulse rate pulse rate 101.45 beats / minute. According to
Grandjean workload grow rice farmers are
Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA
IKIP Saraswati Tabanan
Sikap dan Beban Kerja Petani Padi di Tabanan – Bali
D25 – 2
included in the category. Compared with the average resting pulse of 70 beats / minute
was found increased pulse rate of 31.45 beats / minute or increased by 44.92%. In
statistical tests with paired t-it is a significant increase (P <0.05). The percentage of
cardiovascular disease burden (% CVL) female farmers planting rice at the time was
34.45%. Vanwonterghem can be categorized according to the classification of the
workload is. Because of his workload is, it is necessary to repair.
Key word: Attitude and Work Load, Farmers Rice.
1. PENDAHULUAN
Setelah petani selesai panen padi di sawah, maka sawah di bajak menggunakan
traktor, untuk persiapan menanam padi periode berikutnya. Tugas membanyak biasanya
dikerjakan oleh laki-laki. Kebanyakan tekstur persawahan di kabupaten Tabanan,
petakannya kecil-kecil, sehingga petani membajak menggunakan traktor kecil/traktor tangan.
Di beberapa tempat, ada petani yang menggunakan bajak, untuk mengerjakan sawahnya.
Biasanya menanam padi di sawah dilaksanakan sekitar bulan April atau Mei tiap tahunnya
atau tergantung siklus yang diinginkan oleh petani setiap tahunnya. Hasilnya dipanen
setelah tiga bulan.
Penanaman dimulai dari kanan kekiri dan jarak tanam yang baik kira-kira 20-24 cm.
Luas lahan yang ditanami dalam waktu 60 menit kurang lebih 60 m2. Petani wanita mulai
bekerja dari pagi hingga siang hari (08.00 s/d 12.00 Wita). Posisi tubuh para petani pada
waktu menanam padi adalah membungkuk, dan kedua kakinya terbenam di lumpur sampai
ke betis. Di Kabupaten Tabanan, menanam padi kebanyakan dilakukan oleh petani wanita,
namun di beberapa tempat ada juga dilakukan oleh petani laki-laki.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap kerja dan menentukan
beban kerja petani wanita pada saat menanam padi di sawah.
2. METODE
Sampel diambil secara acak sebanyak 20 orang petani wanita, yang bekerja menanam
padi di Subak Subamia, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Metode penelitian ini
adalah pre-and-post test design. Pada saat menanam padi dilihat mengenai posisi tubuh
petani dan pergerakannya. Beban kerjanya bisa ditentukan dengan mengukur denyut nadi
kerja. Metode pengukuran denyut nadi yaitu menggunakan metode 10 denyut (Kilbon, dalam
Tarwaka, 2004). Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pagi, sebelum
pekerjaan dimulai dan siang hari setelah kerja. Data yang diperoleh dianalisis dengan tpaired.
Hasil dari penelitian ini bisa dilihat dari data sebelum dan sesudah bekerja yang
meliputi: rata-rata denyut nadi istirahat dan rata-rata denyut nadi kerja.
3. HASIL DAN DISKUSI
Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 20 orang yang ditentukan secara acak
dari sejumlah petani wanita yang menanam padi di subak subamia, kabupaten Tabanan,
Bali. Data karakteristik sampel di subak subamia, Kapupaten Tabanan Bali ditampilkan pada
tabel 1 di bawah ini. Sedangkan data mengenai denyut nadi kerja ditampilkan pada tabel 2
di bawah ini. Data mengenai pengukuran suhu lingkungan ditampilkan pada tabel 3 di bawah
ini.
Tabel 1. Data Karakteristik sampel petani wanita di Subak Subamia
Parameter Rata-rata SD Rentangan
Umur (tahun) 38.70 5.23 31.00-47.00
Pengalaman (tahun) 14.00 6,75 4.00-31.00
I Gusti Made Oka Suprapta, I Ketut Sutapa
D25 – 3
Tabel 2. Denyut Nadi Istirahat, Denyut Nadi Kerja Sebelum dan Sesudah Bekerja
Petani Padi di Subak Subamia.
Pengukuran Rata-rata SD Rentangan
Denyut Nadi Istirahat 70,00* 5.15 60-75
Denyut Nadi Kerja 101,45* 6,76 90-115
Keterangan: * berbeda signifikan (p < 0.05)
Tabel 3. Pengukuran Kelembaban Relatif dan Suhu Lingkungan
Kelembaban Relatif (%) Suhu basah (0C) Suhu kering (0C)
67.3 26.5 30.4
Tabel 4. Tingkat Beban Kerja Berdasarkan Denyut Nadi.
Tingkat beban kerja Denyut Nadi (denyut/menit)
Sangat ringan (istirahat) 60-70
Ringan 75-100
Sedang 100-125
Berat 125-150
Sangat Berat 150-175
Luar Biasa Berat lebih dari 175
Sumber: Grandjean, 1998.
Dari hasil penghitungan denyut nadi didapatkan rerata denyut kerja sebesar 101,45
denyut/menit. Menurut Grandjean beban kerja petani menanam padi termasuk kategori
sedang. Dibandingkan dengan rerata denyut nadi istirahat 70,00 denyut/menit ternyata
terdapat peningkatan denyut nadi sebesar 31,45 denyut/menit atau meningkat sebesar
44,92%. Pada uji statistik dengan t-paired ternyata peningkatan tersebut signifikan (P<0,05).
Cara lain untuk menentukan penilaian klasifikasi beban kerja fisik seperti yang dilakukan
oleh petani wanita pada saat menanam padi adalah menggunakan klasifikasi
Vanwonterghem, yaitu klasifikasi beban kerja fisik berdasarkan beban kardiovaskular yang
dihitung berdasarkan rata-rata denyut nadi istirahat, denyut nadi kerja dan denyut nadi
maksimum 8 jam (Vanwonterghem, dalam Suyasning, 1998), dengan rumus sebagai berikut:
a. Denyut nadi maksimum 8 jam = 200 – umur (dalam tahun untuk perempuan)
100 x (denyut nadi kerja – denyut nadi istirahat)
b. % CVL =
Denyut nadi max.8 jam – denyut nadi istirahat
CVL = Cardiovascularload = beban kardiovaskular.
Sikap dan Beban Kerja Petani Padi di Tabanan – Bali
D25 – 4
Tabel 5. Klasifikasi Beban Kerja Berdasarkan Beban Kardiovaskular.
%CVL Klasifikasi Beban Kerja Keterangan
< 30 Ringan Tidak terjadi kelelahan (No Particular fatigue)
30<60 Sedang Perlu perbaikan (Attention level, improvement
Measurement advised)
60<80 Berat Kerja dalam waktu singkat (Action required on
Short term)
80<100 Sangat berat Perlu segera tindakan (immediate action required)
Sumber: Vanwonterghem, dalam Suyasning, 2007
Sehingga persentase beban kardiovaskular (% CVL) petani wanita pada waktu menanam
padi adalah 34,45%. Menurut Vanwonterghem dapat dikategorikan ke dalam klasifikasi
beban kerja sedang. Oleh karena beban kerjanya sedang, maka perlu ada perbaikan.
Petani wanita memiliki angka insiden cedera sebesar 29,8% dibandingkan pria sebesar
16,6% (Ore, dalam Adiatmika, 2007). Sikap tubuh petani padi pada waktu menanam padi di
sawah adalah membungkuk (gambar 1) dengan posisi kedua kakinya terendam di lumpur
sampai ke betis. Pekerjaan petani bersifat monoton dan berulang. Lingkungan kerja panas
karena terik matahari di siang hari dan angin relatif kencang. Sikap kerja membungkuk terus
menerus pada waktu lama pada petani wanita menanam padi sangat tidak menguntungkan.
Disamping pekerjaan akan terasa membosankan, beban kerja juga akan meningkat
sehingga kelelahan cepat muncul, dan juga akan muncul keluhan muskuloskletal. Menurut
Grandjean (1998) kerja statis adalah kerja berat. Pada kerja otot statis, konsumsi energi
lebih tinggi, denyut nadi meningkat, dan diperlukan waktu pemulihan lebih lama jika
dibandingkan dengan kerja otot dinamis
Sulit memberikan intervensi ergonomi terhadap posisi kerja petani wanita pada saat
menanam padi di sawah, karena keadaan pekerjaan di persawahan yang menuntut sikap
tubuh membungkuk. Intervensi bisa dilakukan terhadap waktu kerja dengan memberikan
istirahat aktif tiap-tiap jam. Untuk pekerjaan menanam padi di sawah petani wanita harus
istirahat sejenak, dilakukan beberapa menit setiap jam untuk mengurangi gangguan
muskuloskletal (Suyasning, 2007). Istirahat aktif diharapkan sesering mungkin, yaitu tiap-tiap
satu jam selama 5 menit (Grandjean, 1998).
Gambar 1. Petani wanita menanam padi
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Sikap kerja petani wanita pada saat menanam padi di sawah adalah membungkuk,
dengan kedua kaki terendam dilumpur kurang lebih sampai ke betis. Beban kerja petani
wanita saat menanam padi disawah dikategorikan sedang, sedangkan beban kardiovaskular
juga dikategorikan kedalam beban kerja sedang, sehingga perlu ada perbaikan. Disarankan
kepada petani wanita saat menanam padi untuk istirahat pendek 5 menit setiap jamnya
I Gusti Made Oka Suprapta, I Ketut Sutapa
D25 – 5
dengan postur tubuh tegak dan berdiri di atas pematang sawah agar kaki tidak terus
menerus terendam di dalam air/ lumpur.
5. DAFTAR PUSTAKA
Adiatmika, I P.G. 2007. Perbaikan Kondisi Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi Total
Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal, dan Kdelelahan Serta Meningkatkan
Produktivitas Perajin Pengecatan Logam di Kediri-Tabanan. (Disertasi). Denpasar:
Program Pascasarjana Universitas Udayana.
Grandjean, E. 1998. Fitting The Task To The Man. London: Taylor & Francis.
Pheasant, S. 1991. Ergonomics, Work and Health. London: Macmillan Academic Profesional
Ltd.
Suyasning, HI. 1998. Penggunaan Lintas Berundak Ergonomis dan Penampungan
Sementara Meningkatkan Produktivitas Kerja Wanita Pengangkut Batu Padas
(tesis). Denpasar: Universitas Udayana.
Suyasning, HI. & Oka Suprapta I.G.M. 2007. Workload and musculoskeletal disorders of
planting paddy in Tabanan Regency, Bali. Proceedings of Agriculture Ergonomics
Development Conference. Kuala Lumpur: IEA Press.
Tarwaka, Solichulha, Bakri, Lilik Sudiajeng. 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: